By Admin LSP KATIGA PASS
8 Juni 2026 10:38:20
Insiden kecelakaan kerja kembali terjadi di sektor logistik dan bongkar muat. Dua pekerja Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Teluk Kumai mengalami luka serius setelah terjatuh dari atas truk dan tertimpa tiang listrik saat proses pemindahan material di Pelabuhan Peti Kemas Sungai Kalap, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah.
Peristiwa tersebut terjadi saat aktivitas pemindahan puluhan tiang listrik dari dalam kontainer ke atas truk tronton menggunakan forklift. Berdasarkan informasi yang beredar, proses bongkar muat telah berlangsung sejak pagi hari dan sebagian besar material berhasil dipindahkan tanpa kendala.
Namun, situasi berubah ketika salah satu tiang listrik yang telah berada di atas kendaraan mengalami pergeseran posisi dan bergulir. Material tersebut kemudian menghantam dua pekerja yang sedang berada di atas chassis truk sehingga menyebabkan keduanya kehilangan keseimbangan dan terjatuh. Beberapa tiang listrik lainnya juga dilaporkan ikut berjatuhan dan berserakan di area kerja.
Akibat kejadian tersebut, kedua korban harus mendapatkan perawatan medis intensif. Salah satu korban dilaporkan mengalami cedera berat pada bagian kepala, sementara korban lainnya mengalami luka pada bagian pelipis dan cedera pada tangan.
Kegiatan bongkar muat merupakan salah satu pekerjaan yang memiliki tingkat risiko tinggi, terutama ketika melibatkan material berukuran besar dan berbobot berat seperti tiang listrik, pipa baja, beton pracetak, maupun komponen industri lainnya.
Pada pekerjaan semacam ini, berbagai potensi bahaya dapat muncul, mulai dari material jatuh (falling object), pekerja terjatuh dari ketinggian, alat angkat dan angkut yang tidak stabil, hingga kesalahan komunikasi antarpekerja saat proses pengangkatan berlangsung.
Tanpa pengendalian risiko yang memadai, satu kesalahan kecil dapat berujung pada kecelakaan serius yang mengakibatkan cedera berat, kerugian operasional, bahkan kehilangan nyawa.
Peristiwa di Pelabuhan Kumai menjadi pengingat bahwa penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) tidak dapat dipisahkan dari aktivitas operasional di lapangan.
Pelatihan K3 memberikan pemahaman kepada pekerja mengenai identifikasi bahaya, penilaian risiko, serta langkah-langkah pengendalian yang harus dilakukan sebelum pekerjaan dimulai. Dalam pekerjaan bongkar muat, pelatihan ini mencakup prosedur pengangkatan material, teknik pengikatan beban (rigging), komunikasi kerja yang aman, penggunaan alat pelindung diri (APD), serta prosedur tanggap darurat apabila terjadi insiden.
Selain pekerja lapangan, operator forklift, pengawas kerja, dan manajemen juga perlu memiliki pemahaman yang sama terkait standar keselamatan agar seluruh proses kerja berjalan sesuai prosedur.
Salah satu praktik yang sering kali dianggap sederhana namun memiliki dampak besar adalah pelaksanaan safety briefing sebelum pekerjaan dimulai.
Melalui briefing keselamatan, seluruh pekerja dapat memahami potensi bahaya yang ada di lokasi kerja, metode kerja yang digunakan, pembagian tugas, serta langkah mitigasi apabila terjadi kondisi darurat. Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk memastikan seluruh pekerja menggunakan APD dan memahami area kerja yang aman.
Di samping itu, pengawasan lapangan secara aktif diperlukan untuk memastikan prosedur kerja benar-benar diterapkan selama proses operasional berlangsung.
Kecelakaan kerja tidak selalu disebabkan oleh satu faktor tunggal. Umumnya terdapat kombinasi antara faktor manusia, metode kerja, peralatan, dan lingkungan kerja yang berkontribusi terhadap terjadinya insiden.
Karena itu, perusahaan perlu membangun budaya keselamatan kerja yang berkelanjutan melalui pelatihan rutin, inspeksi lapangan, evaluasi risiko, serta peningkatan kompetensi pekerja. Keselamatan tidak hanya menjadi tanggung jawab petugas K3, tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh pihak yang terlibat dalam operasional.
Peristiwa yang terjadi di Pelabuhan Kumai menjadi pelajaran penting bahwa produktivitas dan keselamatan harus berjalan beriringan. Dengan penerapan K3 yang konsisten dan didukung pelatihan yang memadai, risiko kecelakaan kerja dapat diminimalkan sehingga pekerja dapat menjalankan tugasnya dengan lebih aman dan profesional.
Cover Artikel
Judul: Kecelakaan Kerja di Pelabuhan Kumai, Alarm Penting bagi Penerapan K3
Subjudul: Insiden Bongkar Muat Tiang Listrik Menunjukkan Pentingnya Pelatihan Keselamatan Kerja dan Pengendalian Risiko di Area Operasional